nickmatulhuda blog

have a look at www.nickmatulhuda.com, and have a say here

Letter For Clarissa

with 3 comments

Clarissa yang baik hati..

Terima kasih banyak karena sudah menikmati karya-karyaku.. Pujian dari kamu sebenarnya adalah kesalahan besar, karena aku gampang geer.. Jadi ga banyak yang muji aku karena males liat efeknya.. Hikss..

Ada banyak pewarta foto yang berjenis kelamin perempuan, dear.. Tapi mereka low profile, dan tidak punya waktu luang sebanyak aku untuk build website atau menulis di blog. Beberapa diantaranya yang sudah senior tapi masih memotret adalah, Mpok Rini PWI (panggilan kesayangan kami pada beliau), Mbak Enny Nuraheni (chief photo editor untuk Reuters Jakarta), Mbak Adek Berry (fotografer kebanggaan AFP Jakarta), Mbak Firdia Lisnawati (si mungil yang menyepi di Bali), Mbak Lasti Kurnia (putri duyung kesayangan Kompas) dan masih banyak lagi.. Bahkan, hampir di setiap media massa di Indonesia sekarang punya sedikitnya satu pewarta foto yang ayu, namun perkasa.

Mula aku sebagai jurnalis?

Well.. Aku mulai kerja di Biro Foto Antara, sebelum akhirnya menemukan rumah yang nyaman di Tempo.Β  Itupun awalnya sebagai typist – tukang ketik berita para wartawan Tempo di lapangan. Karena keberuntungan, aku lalu diperbolehkan untuk mencoba menjadi stringer – fotografer freelance untuk Tempo. Keberuntunganku yang lain adalah, aku dikelilingi fotografer-fotografer tangguh Tempo yang ga mau peduli aku perempuan atau laki-laki. Jadi posisi kami semua sama. Yang bisa meninggikan derajat kami adalah, bila kami bisa punya satuuuuuuuu saja foto bagus dalam sehari.

Aku dan teman-teman fotografer di Tempo, dibesarkan oleh redaktur foto yang adil, bijaksana, rese dan menyebalkan. Kami digembleng tiap hari untuk terus tumbuh berkembang bersama karya-karya foto kami. Karena patokan keberhasilan seorang fotografer adalah, ketika dia tidak hanya sekali waktu bisa menghasilkan karya foto yang berkualitas, melainkan secara continue melahirkan karya-karya yang bisa dibanggakan.

Setelah merasa kaya raya karena jadi freelance tetap di Tempo, aku sok pede mengundurkan diri, dengan restu dan gerutu dari koordinator fotoku yang sebenarnya manis, asal kita ga lihat giginya..

Sejak tahun 2009, aku murni freelance dan menjadi fotografer panggilan sampai sekarang. Dan statusku, tidak lagi kaya raya.Β  Cukup kaya saja.. Hehe..

Dik Clarissa.. Mamamu sering nonton tv ya? Nama kamu ko sinetron sekali? πŸ™‚ Trus kamu mau jadi pewarta foto?

Hmm.. Menjadi fotografer itu tidak sulit. Jeprat jepret jadi. Tapi untuk menjadi seorang pewartafoto HARUS mematuhi kode etik jurnalistik yang berlaku. Kita harus jujur dalam berkarya (setidaknya, tidak setting foto, kecuali foto portrait, tidak membayar orang yang akan kita foto hanya untuk dapat obyek bagus, tidak berlebihan saat mengedit di photoshop), harus berimbang dan obyektif, dan lain sebagainya. (coba cek di web pewartafoto.org untuk lengkapnya)

Baik fotografi secara umum maupun disiplin fotografi jurnalistik yang baik, sama-sama harus memiliki estetika. Namun satu hal yang membedakan fotografi secara umum dengan foto jurnalistik adalah, PESAN.

Dengan menjadi seorang pewarta foto, kamu menjadi wakil masyarakat umum dalam melihat dan mengalami suatu peristiwa, untuk kemudian dilaporkan ke khalayak luas, agar lebih banyak orang bisa ikut melihat, dan seakan-akan ikut “di sana” mengalami peristiwa itu, dan memahami pesan yang kamu coba sampaikan. That, my dear.. Is a big responsibility. Thats why you need to be objective in the process. Karena dari pesan itu, diharapkan mampu menggugah kepedulian banyak orang tentang isu-isu sosial.

Got the chance to look at your works on your website, and i can tell, that you understand very well about aesthetic in photography. All you need to do now to be a photojournalist, is to work more on the message you try to convey.

Menjadi seorang pewarta foto harus punya keseimbangan antara sensitivitas dan keteguhan hati. Selama kamu enjoy, teruslah memotret. Tidak semua orang bisa punya kemampuan super menghasilkan foto jurnalistik berkualitas setiap hari, setiap saat. Karena semua adalah proses, dan kamu harus menikmati setiap prosesnya yang terus diimbangi dengan kerja keras.

Keep on shooting, keep on learning. Jutaan link di internet, memberi kamu akses tanpa batas untuk berguru pada lebih dari satu orang. Ambil yang baik dari tiap-tiap orang itu, bisa mulai meniru apa yang mereka lakukan, sampai kamu bisa dapat warna kamu sendiri. Halal kok. Nothing new under the same sun. Try be better than the person before you, is what you need to do.

Ada workshop yang bisa kamu ikuti, dalam dan luar negeri. Apalagi usiamu masih belia (di bawah umur malah!), kesempatan terbuka seluas-luasnya, manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kontes-kontes foto yang sepertinya terus bermunculan juga layak dicoba, atau sempatkan lihat buku-buku foto di toko buku. Kalau bukunya belum dibuka dan kamu ga punya uang, jangan sampai ketahuan ya, ngerobekin sampul plastiknya.. Kunjungi pameran foto, seperti pameran foto Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2010 yang sebentar lagi dibuka itu looh… ;p (lihat post sebelumnya, di web blog ini)

Lalu sering-sering lihat apa di media massa seperti koran, majalah atau website sedang buka kesempatan untuk mengirimkan karya foto yang bisa dimuat. Kalau belum berhasil dimuat, jangan putus asa. Saat ini pun, karyaku masih sering ditolak editor foto. Tapi karena aku memang hanya ingin karya-karya foto terbaik ku saja yang dipublikasikan, all i can do is try to work more on the picture or the story, to make it finally good enough for others to see. Jangan cepat puas dengan karya foto yang asal ada, karena nama kita yang tertera bersama foto itu. Karya foto adalah KTP kita di dunia foto jurnalistik. Dan persembahkan hanya karya yang terbaik.

Untuk melakukan itu, kamu harus pede dan tidak boleh patah semangat.

TAPIIIII…. Kalau in the end kamu tidak jadi pewartafoto pun, tidak apa-apa.. Its not the end of the world.. Kamu toh bisa tetap memotret tanpa menyandang gelar pewartafoto. Kalau hasil fotomu bagus, itu akan jadi nilai tambah, dan aku doakan semoga foto-fotomu membahagiakan orang-orang di sekitarmu.

DAN… Kalau ternyata kamu memang “dikutuk” jadi pewartafoto, jadilah pewarta foto yang profesional, dengan mengikuti kode etik, jadilah penyampai pesan yang baik dan jujur, jadilah pelukis cahaya yang kreatif, teruslah memotret dan belajar dari hasil foto-foto kamu. Baik dalam hal teknis, ataupun pesan yang kamu serap sendiri dari karya-karyamu itu. Bila sudah menunjukkan tanda-tanda berhasil, jangan lupa berbagi.. Sharing is caring, dan kepedulian adalah sesuatu yang baik. Ingat, kebaikan itu tidak hanya dibalas ke sumber awal kebaikan, melainkan harus diteruskan ke orang lain supaya lebih banyak yang bisa menikmati kebaikan itu. πŸ™‚

Aku menulis ini untuk share ke teman-teman lain yang dengan begitu baik hatinya, seperti halnya Clarissa, menyempatkan untuk melihat karya-karyaku dan Insya Allah mendapatkan hal yang berguna. Thank you so so much for your kind words. Semoga kita selalu haus untuk belajar dan lapar untuk terus berkarya.

Have fun shooting!

Advertisements

Written by nickmatulhuda

July 14, 2011 at 11:39 am

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Emang di sinetron mana ada namanya Clarissa, Mbak? πŸ˜› Makasih banget yaahh btw! Berjuang nihh πŸ™‚

    Clarissa Pranata

    July 14, 2011 at 12:52 pm

  2. jadi inget kemaren pengen ngerobek sampul plastik buku foto Merapi-nya GFJA, tapi ndak tega. hihi sekarang jadi kepikiran lagi :p

    cho

    July 14, 2011 at 4:05 pm

    • kalo kata pepatah (buatan sendiri), dilarang membajak dvd film buatan Indonesia! klo hollywood (agak) boleh lah.. nah, sama dengan buku karya fotografer.. kalo dari Indonesia Raya, kudu musti beli sendiri atau minta dibayarin, kalo buku fotografer luar, silahkan ngumpet2 robeknya.. hehe (ajaran sesat)

      nickmatulhuda

      July 14, 2011 at 6:03 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: